Archive for category renungan
Mengerdilkan Tuhan
Ditulis bungjoehanz di artikel, renungan pada Juni 5, 2012
Belakangan ini aksi ormas yang mengatasnamakan ideologi tertentu cukup meresahkan, mereka membela agamanya (atau organisasinya) mati-matian. Mereka kerap ber-orasi bahwa tindakan mereka adalah demi menjaga dari nilai-nilai atau orang-orang yang menghujat Tuhannya (baca : agamanya) seolah-olah bahwa agamnya itu perwujudan Tuhannya…benarkah seperti itu ?
hm…jadi tergelitik untuk sedikit merenung (duuhh…sok religius deh…..) memikirkan topik, ini..ya gapapalah, sedikit memikirkan hal rohani kan?! gak harus sibuk sendiri dengan hal-hal duniawi…
Apakah Agama itu ?
Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.
Kata “agama” berasal dari bahasa Sanskerta, āgama yang berarti “tradisi”.[1]. Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti “mengikat kembali”. Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan.
Émile Durkheim mengatakan bahwa agama adalah suatu sistem yang terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci. Kita sebagai umat beragama semaksimal mungkin berusaha untuk terus meningkatkan keimanan kita melalui rutinitas beribadah, mencapai rohani yang sempurna kesuciannya.
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Agama
Berdasarkan pengertian diatas, dapat dilihat bahwa agama adalah USAHA MANUSIA untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, BUKAN hasil karya Tuhan agar manusia mendekatkan diri kepada-Nya,
Wisdom word (few that I remember)
Ditulis bungjoehanz di artikel, renungan pada September 25, 2009
Gw teringat kata2 seorang teman ketika berdebat dengan gw bertahun-tahun lalu tentang konsep menjadi diri sendiri, kurang lebih kejadiannya seperti ini :
…
(artinya : dipotong ke inti percakapannya aja yach hehehe… agak panjang neh)
Gw : “jadi menurut loe dalam segala hal kita harus tetap menjadi diri sendiri ?”
Teman : “ iya..kalo kita merubah karakter kita berarti kita tidak menjadi diri sendiri…”
Gw :”(sambil tertawa dalam hati) ya gak begitu donk cara pandangnya…(gw cut disini aja yach kepajangan soalnya)”
…
Terkadang kita terjebak dalam kebijaksanaan dari sudut pandang sempit diri kita sendiri, semua manusia punya cara pandangnya sendiri..beberapa mungkin setuju pendapat teman gw itu tapi menurut gw itu gak bijaksana sama sekali, why ? Baca entri selengkapnya »
Bagaimana caranya menang atas godaan?
Ditulis bungjoehanz di renungan pada September 27, 2008
Setan dan pengikutnya selalu menghalangi jalan setiap orang percaya dan dengan segala cara membujuk orang Kristen agar menjauh dari sikap patuh dan beriman pada Kristus. Tidak seorangpun lepas dari serangan Setan dan tidak seorangpun sepenuhnya berhasil mempertahankan diri atasnya (1 Yohanes 1: 8,10), akan tetapi ada orang Kristen yang begitu sering mengalah atau tunduk atas godaan Setan sehingga mereka tidak melihat adanya harapan untuk menang atas godan tersebut. Mereka menyerah tanpa perlawanan! Hal ini kurang menguntungkan, menjadikan putus asa dan akan membutakan orang percaya atas kemampuan Allah yang sungguh mengagumkan dalam mengatasi godaan.
Hal pertama yang harus dipahami oleh orang Kristen adalah bahwa Allah tidak menuntun mereka kepada dosa. Rasul Yakobus dengan jelas mengutuk sikap yang menyalahkan Allah atas pencobaan yang menimpa mereka (Yakobus 1:13-15). Allah dapat menguji anak-anakNya supaya mereka murni dan kuat, tetapi bukan untuk membawa mereka ke dalam dosa. Jika manusia memberi hati kepada godaan, maka hal itu akan menghasilkan dosa pada manusia tanpa kecuali dan manusia tidak dapat menyalahkan orang lain dalam hal ini selain dirinya sendiri.
Untuk mendapat pengampunan, manusia harus mengaku dirinya bersalah. Pada masa kini, kesalahan ditimpakan kepada masyarakat, pada tekanan waktu atau kepada makhluk lain yang lemah. Jika seseorang mau diampuni, hendaklah dia mengaku dengan rendah hati, “aku telah berdosa”. Selama dia masih berpaling pada seseorang atau sesuatu untuk disalahkan, dia sepenuhnya tidak terbantu untuk memerangi godaan.
Orang Kristen perlu mengenal peranan dari Kitab Suci dalam mengatasi godaan. Pemazmur berkata, “Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau” (Mazmur 119:11). Ketika Firman Tuhan menyatu dengan kehidupan orang percaya, hal itu akan membentengi orang tersebut dari kuatnya godaan. Kristus sendiri memperlihatkan kuasa dari Firman Allah ketika menjawab godaan Setan dengan mengutip dari Perjanjian Lama (Matius 4:7). Belajar Kitab Suci secara sistematis disertai doa merupakan prasyarat utama untuk mengalahkan godaan. Firman Allah tidak hanya memberi peringatan atas cara atau metode Setan (2 Korintus 2:11), tetapi juga memberi kekuatan untuk melawannya. (Efesus 6:11-17).
Cara lain untuk menang atas godaan ialah dengan menghindarinya. Dalam beberapa kesempatan, Kristus meminta murid-muridNya untuk berdoa sehingga mereka tidak jatuh ke dalam pencobaan (Matius 6:13; Lukas 22:40). Ada orang percaya yang mendapat pemahaman bahwa godaan tidak sama dengan dosa, sehingga mereka merasa dapat menikmati daya tarik godaan tanpa merasa bersalah. Sikap seperti ini menjadi semacam permainan — memandang seberapa banyak rangsangan yang dapat “dinikmati” tanpa terjatuh kedalam dosa yang nyata. Sikap seperti ini adalah dosa karena mengabaikan perintah Allah untuk hidup kudus dalam sikap dan juga dalam tindakan.
Salah satu ayat yang paling penting tentang pencobaan terdapat dalam 1 Korintus 10:13.
“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan manusia. sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”
Dalam ayat ini Allah memberi jaminan bahwa Dia tidak akan pernah membiarkan Setan berbuat terlalu jauh. Intensitas dari godaan dan jalan keluarnya akan terjadi secara unik pada tiap-tiap orang dan tidak akan melampaui kemampuannya.
Mengetahui adanya jalan keluar dan menggunakan jalan keluar tersebut dapat merupakan hal yang berbeda. Jika seseorang mengabaikan Firman Allah, dia tidak dapat mengetahui jalan keluar yang tersedia karena dia tidak tahu bagaimana Allah bekerja. Terlepas dari digunakannya atau tidak jalan keluar tersebut, orang percaya tidak pernah dapat menuntut dengan benar bahwa godaan yang dialaminya begitu besar sehingga dia harus mengalah terhadapnya.
Janji lainnya adalah bahwa tidak seorangpun di dunia ini mengalami godaan secara unik. Walaupun tidak ada dua orang yang benar-benar serupa, godaan yang dihadapi seseorang pada dasarnya sama dengan yang dialami oleh orang lain. Karena itu, Alkitab mengatakan bahwa Yesus dicobai dalam segala hal seperti yang kita hadapi dan bahkan menderita dalam pencobaan tersebut, namun Dia tidak berdosa. (Ibrani 2:18; 4:15-16). Karena itu, Dia adalah Penyelamat yang simpatik, karena Dia mengetahui dari pengalamanNya sendiri bagaimana tekanan yang dapat dialami ketika pencobaan itu datang.
Karena godaan yang dialami seseorang tidak berbeda dengan yang dialami oleh orang lain, maka orang Kristen dapat saling belajar, yang satu dari yang lain. Misalnya seseorang yang mengetahui bahwa orang Kristen lain dapat mengatasi masalah yang menyangkut ketamakan, hal ini memberi keyakinan bahwa seseorang dapat mencoba dengan caranya sendiri untuk mampu mengatasi masalah ketamakan itu dalam hidupnya. Orang Kristen yang bertumbuh dalam satu segi kehidupan rohaninya mempunyai tanggung jawab untuk membantu orang Kristen lainnya yang belum bertumbuh di segi tersebut. Dalam hal ini, orang Kristen dapat memperbaiki (atau “membangun”) satu dengan yang lain dalam iman (Efesus 4:15-16)
Dalam Kitab Suci tidak ada janji pertolongan mengatasi pencobaan disediakan bagi orang yang belum diselamatkan. Sesungguhnya sampai seseorang mengaku dosanya dan dengan iman menerima Yesus Kristus sebagai penyelamat dan Tuhannya, orang tersebut tidak mempunyai kemampuan untuk menyenangkan hati Allah. Tetapi mereka yang diselamatkan dapat dengan layak menerima kuasa dan hikmat firman Allah, berharap pada kemurahan Allah dan karenanya akan dapat meraih kemenangan bahkan atas godaan Setan yang halus dan memaksa
Source : christiananswer.net
Hal Kekuatiran
Ditulis bungjoehanz di renungan pada September 26, 2008
Renungankan ini :
Doa berawal dari hati yang gelisah, Dengarkanlah gejolaknya
Doa adalah suatu kerinduan terhadap rumah kita yang sebenarnya, Ikutilah bimbingannya
Doa itu seperti kebun, Peliharalah maka doa akan berbuah
Doa bisa dilakukan dengan berbagai cara, Lakukanlah sesuai dengan cara Anda
Berdoalah selalu, tapi jadwalkan juga waktu khusus.
Roh, seperti halnya badan, membutuhkan latihan-latihan teratur
Buatlah doa Anda pendek,Cinta membutuhkan sedikit kata-kata
Berdoalah di mana saja Anda berada, Tuhan ada di mana-mana
Jika Anda menginginkan sesuatu, bertanyalah pada diri Anda sendiri, “Apakah saya menginginkan hal yang dikehendaki Tuhan?”
Tuhan menghendaki kebaikan sejati Anda.
Bila doa Anda menjadi kering dan rutin, teruskan saja,
Tanah yang kering kerontang menyambut datangnya hujan
Bawalah kemarahan Anda dalam doa, Logam yang panas bisa dibentuk
Bila Anda berdosa dan terus menerus jatuh, berdoalah, Tuhan tetap mencintai Anda
Berdoalah bila Anda cemas,
Doa membuat segala sesuatu bisa dipikirkan dan dipertimbangkan secara sehat
Bila karena sesuatu hal Anda tidak bisa berdoa, bersantailah,
Keinginan untuk berdoa itu sudah merupakan doa
Bila doa mengajak Anda untuk mengambil resiko, beranilah, Tuhan akan mendukung Anda
Bila Anda merasa sedih atau menyesal, menangislah, Air mata adalah doa dari hati
Jika Anda tidak menyukai seseorang,
berdoalah untuknya, Doa mengungkapkan Tuhan yang tersembunyi
Bila Anda menerima kabar buruk, tegarlah, Doa memberi cahaya
Bila penyakit, usia, kepedihan, atau kecemasan merusak konsentrasi Anda,
bersantailah, Tuhan adalah seorang sahabat yang penuh pengertian
Jika doa membuat Anda jadi pasif dan acuh tak acuh,
itu bukanlah doa, Doa sejati akan membuahkan kepedulian dan pelayanan
Gunakanlah saat-saat tenang untuk berdoa, Ketenangan menarik Anda kepada Sang Maha Besar
Gunakanlah saat-saat ribut untuk berdoa, Kegaduhan adalah hiruk-pikuk ciptaan yang mencari Tuhan
Berdoalah bila Anda merasa kesepian, Doa membuat Anda ditemani oleh para malaikat
Bila hati Anda penuh dengan rasa syukur, biarkanlah demikian, Roh Allah sedang berdoa di dalam diri Anda
Bila Anda terpesona di hadapan misteri, biarkanlah demikian, Roh Allah sedang berdoa di
dalam diri Anda
Cakuplah seluruh dunia dalam doa Anda. Perdamaian tergantung padanya
Berdoalah dalam tidurmu, Tidur adalah doa dari manusia yang merasa aman dari cinta Tuhan
Berdoa adalah bernafas,
Lakukanlah dalam-dalam dan Anda akan dipenuhi dengan kehidupan
Bila Anda mulai merasa maju dalam kehidupan doa, pikirkan sekali lagi, Kehidupan Tuhan itu lebih dalam dari pada perasaan dan pengalaman Anda
Fil 4;6-7, Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa & permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal akan memelihara hati & pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Pemikiran orang lain