Tag


gantengin1

Terkadang Kita Juga Bisa Salah Ucap

(thanks to Mrs. Desi)

Bis sekarang teladan…
Cewe baru belajar nyetir: “Gua itu paling males nyetir di belakang bis, tau sendiri kan bis suka ontime nunggu penumpang… “

Kelapa Gading, didengar oleh saudara yang malas menjelaskan perbedaan besar “ontime” dan “ngetem”.

Wah, udah lama gak merhatiin dia…
Ibu mengejek anak kecil bersepeda: “Ih, lihat tuh, badan segede gitu kok masa naik sepeda sekecil itu, hahaha… (sesaat kemudian)… Lah, itu anakku!”

Perumahan di Jakarta, didengar oleh teman yang langsung terbahak-bahak.

Sehat bener ya, jaringannya…
Programmer 1: “Kemaren internet gua udah onlen, cuy”
Programmer 2: “Wah selamat-selamat, download pelm lah kita, gak perlu nonton serial di tipi!”
Coordinator: “Gaya bener lo pada, mentang-mentang udah pada pasang internet bearbrand… “

Sebuah warung makan, didengar oleh teman-teman yang langsung bergulingan.

Emangnya gua badak?
Cewe mau ikut kursus: “Mbak, kalo disini ada kelas conservation gak?”

Didengar oleh Student Advisor yang berasa di LSM.

Saya menghormati sejarah…
Account Executive: “Baik, kalau begitu kita meeting lagi Senin tanggal 20…”
Klien Besar: “Tanggal 20 itu hari Sabtu. Kita meeting Senin tanggal 22.”
Account Executive: “Tapi tanggal 22 itu hari Rabu. (diam sesaat) Ups, my mistake, ini kalender tahun lalu.”

Didengar oleh semua kolega yang ingin membungkus AE itu dan mengirimnya ke Timbuktu.

Yang pasti bisa buat nyelem…
Lelaki di toko kacamata: “Yang itu dong, Mbak… Liat…”
Pramuniaga: “Nah yang ini keren, Mas… Bahannya juga bagus, Titanic…”

Optik di Mangga Dua, didengar oleh pengunjung yang ingin mendorong pramuniaga ke laut.

Jaman susah sih…
Pada saat telepon gratis dua detik pertama,
Cowo Hemat: “Kamu dimana? (tutup) Apa? (tutup) Pulang… (tutup) PULANG! (tutup) Aku bilang kamu pula… Ah, goblok lebih dari dua detik!” (tutup)

Didengar oleh teman yang ingin merebut dan merebus handphone itu.

Yang horisontal kalau bisa!
Di sebuah restoran,
Teman #1: “Eh udahan yuk, kite cabs..”
Teman #2: “Gua aja yang panggilin.. Mas! Billboardnya ya!

Restoran di Jakarta, didengar oleh banyak orang yang merasa kasihan dengan pelayannya

Menurut sejarah, gak baik loncat-loncat. ..
Ditengah sebuah konser,
Wanita Bingung: “Waduh… Minggir, minggir, kacamata saya jatuh… Awas jangan diinjak!”
Lelaki Baik: “Kenapa mbak, kenapa?”
Wanita Bingung: “Ini mas, kacamata saya jatuh, duh gimana ya?”
Lelaki Baik: “Sini saya bantu cariin. Wah si mbak nih, makanya lompatnya pelan-pelan, jangan terlalu histori…”
Wanita Bingung: “Histori?”

Senayan, didengar oleh penonton lain yang tiba-tiba tidak bisa loncat lagi.

Ini yang salah ngerti siapa ya?
Pria: “Mbak, pesen es teh manis…”
Pelayan: “Es-nya habis mas…”
Pria: “Ya udah, es teh tawar…”
Pelayan: “Iya, mas…”

Restoran di Jakarta, didengar oleh pengunjung lain yang berpikir cara buat es…

Ternyata bukan dongeng anak…
Istri: “Itu loh, yang badannya pendek-pendek. ..”
Suami: “Apaan?”
Istri: “Yang tokoh fairy tale…”
Suami: “Ha, yang mana sih?”
Istri: “Yang punya jenggot…”
Suami: “Yang mana sih…?”
Istri: “Itu lho, yang Snow White dan 7 Mucikari!”

Didengar oleh teman yang hampir berguling-guling.

Maksud gua buat naruh barang!
Mahasiswa S2 mengomel: “Heran gua, hotel sebesar ini gak ada ballroom-nya! “
Teman: “Emang loe mau ngapain, resepsi?”
Mahasiswa S2: “Mau minta koper gua dibawain ke kamar nih!”
Teman: “Bellboy kaleeeee!”

Hotel bintang lima di Kebon Sirih, didengar oleh semua teman gaulnya yang memaklumi mahasiswa yang baru saja tidak lulus TOEFL.


Dulu di percetakan ya, mas?

Penjaga Parkir: “Wah mas, stiker parkir langganannya udah exemplar nih, besok diperpanjang ya.”

Perkantoran Sudirman, didengar oleh pengemudi yang akhirnya sadar ada tulisan EXP di stikernya.

Pengetahuanmu luas, nak…
Mahasiswa #1: “Eh, lo demen Mocca gak?”
Mahasiswa #2: (berpikir sebentar) “Halal gak?”
Mahasiswa #1: “Ya elah, bukan mocca minuman, tapi Mocca band!”
Mahasiswa #2: (dengan begitu PD) “Ah, kalo band-band luar negeri gitu gua nggak demen…”

Jakarta, didengar oleh seseorang yang memejamkan mata dan berteriak dalam hati.

Kalo bisa yang triple L!
Ibu #1: “Saya yang well-done ya.”
Pelayan: “Baik, bu. (Ke ibu lainnya) Ibu steaknya mau gimana?”
Ibu #2: “Maksudnya mas?”
Pelayan: “Mau yang medium atau…”
Ibu #2: (Memotong dengan mantap) “Ooooh, saya yang large aja, mas!”

Restoran Steak di Jakarta Selatan, didengar oleh ibu lain yang merasa harus membenahi make-up tiba-tiba.

Makanya perhatian dong!
Si Pemimpi: “Gua pengen bikin bagasi gua jadi home theater deh.”
Si Serius: “Hah, gimana caranya?”
Si Pemimpi: “Ya nanti gua mau tambahin (mulai penjelasan teknis).”
Si Serius: “Home theater portabel gitu?”
Si Pemimpi: “Ya nggak lah, gimana caranya loe bawa-bawa bagasi?”
Si Serius: “Ya ditenteng gitu? Eh, maksud loe bagasi apa nih?”
Si Pemimpi: “Ya itulah! Yang tempat parkir mobil… Masa loe gak tau sih?”
Si Serius: “Euh, itu kayaknya garasi kali!”

Reuni alumni di Jakarta, didengar oleh seseorang yang langsung harus ke kamar kecil.

Otomatis ya, mbak?
Kasir: “Mau order apa, mas?”
Pembeli: “Coca-Cola large satu, sama french fries satu… Itu aja, mbak.”
Kasir: “Oke, saya ulang ya, Coca-Cola large satu, french fries large satu. Mau tambah kentang gorengnya, mas?”

Restoran fastfood di Jakarta, didengar oleh pembeli yang merasa dicekokin.

Saya kan gak pernah ngerti dunia itu!
Pejabat: “Selamat sore, hari ini adalah hari yang bahagia karena kita menjadi tuan rumah untuk event internasional yaitu Festival Seni Koremponter. ..”
(Seluruh hadirin tertawa)
Pejabat: “Maksud saya Korentomper. ..”
Tamu Gemas: “Kontemporer, pak!”
Pejabat: “Ya harap maklum, saya kan bukan seniman!”

Galeri Nasional Jakarta, didengar oleh hadirin yang langsung mengeluarkan palu dan pahat.

Ini tindak lanjut yang penuh cinta!
Reporter: “Pak, bagaimana perkembangan kasus korupsi X, apakah ada tindak lanjut dari instansi bapak, seperti pemberian sanksi ?”
Pejabat: “Sejauh ini masih kita pantau dulu, hal ini sedang dibicarakan bagaimana2nya”
Reporter: “Apakah justru ini melibatkan orang dalam pak?”
Pejabat: “Loh, anda tidak boleh sembarangan begitu… Kita harus lihat situasi ini kiss per kiss nya…”
Reporter: “Maksud bapak case by case ?”
Pejabat: (malu) “Iyalah gitu.”

Kantor pemerintahan, didengar oleh kameraman yang menutup mulutnya takut dicium…

Iklan