Tag

, , , , , ,


Dengan adanya perkembangna teknologi yang begitu pesat, tentu saja selalu ada dampak negative yang muncul dari perkembangan tersebut. Namun dari pada saya berkutat pada hal-hal negative yang rasanya sudah sangat-sangat banyak di sekitar kita, rasanya saya lebih senang membahas  dampak positifnya saja.

Sedikit berbagi pada pengalaman pribadi dari pekerjaan di kantor, sejak topologi WAN antar lokasi brach office sudah ber-migrasi ke teknologi MPLS (Multi Point Label Switching), kini jaringan WAN sudah “naik kelas” dengan kapasitas data yang lebih besar. Dengan bandwidth data yang lebih besar, kemudian timbul ide, bagaimana ya agar pekerjaan backup data yang sebelumnya saya lakukan dengan perasaaan tertekan… (Lebaaaaaayyy) karena harus dilakukan manual di ubah  ke konsep otomatisasi dan terpusat.

Kenapa terpusat ? ya karena sebelumnya backup data hanya dilakukan pada lokal area saja, jadi kenapa tidak data dari branch office langsung dikirimkan ke kantor pusat (tentu saja local backup tetap dilakukan).

Ya sebenarnya saya berniat membuat konsep Disaster Recovery Center (DRC) namun dalam hal ini baru dilakukan untuk data berupa file dokument, dsb,

Jadi misalkan saja ada user secara sengaja atau tidak sengaja, menghapus salah satu dokument pada file server – dimana file tersebut sangat berharga – kita dapat me-restore dokument tersebut dari backup server local.

Dan bagaimana jika ada kejadian yang lebih buruk terjadi, misalkan saja salah satu branch office kebakaran, dimana dalam waktu dekat ada deadline laporan pajak, semua data pada brach office ludes..dess…des…

Nah disinilah pentingnya kita membuat perencanaan DRC, bagaimana data secepatnya bisa dipulihkan dan bisa segera digunakan. Salah satu point penting pada perencanaan DRC adalah bahwa adanya backup data secara On-Site (pada local site) dan Off-Site (diluar area local site). Jika secara konsep ini dilakukan, maka data pada kantor cabang yang terbakar dapat segera di pulihkan dengan mengambil dari backup Off-Site.

Ya karena tuntutan zaman, maka IT (atau mungkin setiap pekerja) haruslah mempunyai mind set “Work Smart” bukan lagi “Work Hard”. Jadi sekarang bagaimana setiap perkerjaan yang sifatnya rutin, kita sistemkan alias biar sistem yang melakukan.

Jika semua pekerjaan rutin sudah disistemkan lalu kita tidak ada pekerjaan lagi donk ?

hahaha.. ya gak gitu juga kaleee….kalau pekerjaan rutin sudah disistemkan ya kalian bisa berfikir untuk project atau perkerjaan yang lebih besar lagi. Sebagai gambaran, seorang pekerja yang mendapatkan bayaran  tinggi adalah pekerja yang tidak melakukan pekerjaan yang “biasa” atau yang kecil-kecil saja bukan ?

secara topologi, backup terpusat melalu WAN kira-kira seperti ini.

Drawing2

Nah untuk saat ini, tulisan ini hanya membahas sampai sini dulu. tulisan selanjutnya akan membahas bagaimana backup data terpusat melalui koneksi WAN dapat di implementasikan.

Lanjut Chapter 2 : Otomatisasi Backup Data Melalui Wide Area Network (Part 2 : Wide Area Network)

Lanjut Chapter 3 : Otomatisasi Backup Data Melalui Wide Area Network (Part 3 : Backup Planning)

 

Iklan