Tag

, , , , , , , , , , ,


Ya yang namanya backup data, itu mau gak mau harus dilakukan, minimal untuk file atau sistem yang sifatnya kritikal. Pertanyaannya adalah : sebarapa sering sih backup itu harus dilakukan ? bagaimana metodenya ? lalu yang terpenting bagaimana proses restore datanya seandainya data aslinya hilang.

Mungkin bagi yang bekerja di perusahaan yang cukup “royal” bagi pengembangan divisi teknologi informasinya, rasanya masalah backup tidak menjadi persoalan, tinggal cari saja vendor yang menyediakan solusi backup enterprise, buat penawaran/tender selesai deh..kita tinggal minta sang vendor membuatkan solusi backup planning yang sesuai bagi kebutuhan kita.

Nah, lalu bagaimana jika kita punya budget yang tidak cukup banyak bagi solusi backup ? nah ini dia seninya..(halah apa lagi sih joeee, bahasa loe itu loh..#(^^$$!@#$%^&) iya beneran loh..ini seperti membuat baju..kita membuat desainya, beli bahannya, jahit setiap bagiannya..jadi deh..ya artinya kita mulai dari nol..From Zero to Hero. Tapi ya karena ini jamannya internet kita tidak harus memulai dari nol kan..kita bisa googling dari internet sebagai langkah awalnya..

berikut adalah salah satu desain backup yang pernah saya buat.

note : Penggunaan IP adalah sebagai illustrasi dan site mewakili sebuah area tertentu.

Backup System All-rev 1

Nah pada backup ini saya menggunakan NAS (Network Attached Storage) merek QNAP (wah DEMI Tuhaaaannnn…saya tidak sedang promosi..!!! ) yang dari pada membeli SAN yang harganya sangat mahal, rasanya NAS sudah mencukupi. Salah satu feature yang saya suka dari Merek tersebut adalah adanya feature RTRR (Real Time Remote Replication).

Jadi misalkan kalian (ada di lokasi Jambi) menyimpan data pada local NAS, nah jika feature ini diaktifkan, data yang kalian simpan langsung di replikasi pada remote host (misal remote host berada di Head Office Jakarta), nah cukup praktis kan, jadi kalian dapat melakukan backup data dari seluruh kantor cabang cukup dari kantor pusat.

Atau jika skema terburuk terjadi, jika kantor cabang kebakaran atau hancur akibat bencana alam, sehingga semua data hancur tak bersisa, data bisa di retrieve lagi secara cepat dengan metode RTRR ini.

Cara Lain :

Atau kalian juga dapat membuat solusi backup WAN antar server secara peet-to-peer dengan memakai software backup gratisan, seperti : Redo Backup and Recovery, EaseUS Todo Backup Free, Cobian Backup (ini sebagai referensi http://www.techradar.com/news/software/applications/best-free-backup-software-11-programs-we-recommend-1137924).

Dari beberapa software backup gratisan yang ada, Cobian Backup adalah salah satu yang masih saya pakai sampai sekarang (download : www.cobiansoft.com), Salahsatu hal yang saya suka dari software ini yaitu adanya fitur  Volume Shadow Copy, yaitu teknologi (berguna pada komputer windows OS) yang memungkinkan backup manual atau otomatis atau snapshot data bahkan ketika data sedang terkunci (misal copy file system atau ketika file sedang digunakan). nah fitur yang lumayan ini OK ini sangat membantu keberhasilan proses backup yang kita inginkan. Oh iya software ini juga memungkinkan backup data dengan metode FTP keren juga kan…

ya mungkin sekarang metode backup baik itu software maupun metodenya sudah lebih canggih..ya kasih info deh kalau ada yang lebih canggih..hehe.saling berbagi yaa..

Woookeeehh….kalau masih bingung masalah backup data melalui WAN, yukk..silahkan ditanyakan…

Part 1 : https://bungjoehanz.wordpress.com/2013/04/27/otomatisasi-backup-data-melalui-wida-area-network-part-1-konsep

Part 2 : https://bungjoehanz.wordpress.com/2013/04/29/otomatisasi-backup-data-melalui-wide-area-network-part-2-wide-area-network

Iklan