Tag

, , , ,


Foto-Polisi-Wanita-Sungguh-Menggoda-450x427Beberapa waktu lalu di bulan januari 2015 ini, baru sadar jika si motor supra sudah waktunya (nyaris telat malah..hehehe) bayar pajak kendaraan. Ya secara kita warga negara yang taat pajak, keharusan adalah keharusan..

Seperti kata kutipan kita suci Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Tuhan apa yang wajib kamu berikan kepada Tuhan”, terlepas dari image korup di lembaga kepolisian, tapi kewajiban tetaplah harus diberikan…iya gakkk….#yang setuju angkat tanggaaannnn.. AddEmoticons04233.gif

masalah dimulai, karena alamat di STNK berbeda dengan alamat di  KTP (pindah alamat), gw mau bayar pajak kendaraan tanpa harus mutasi (karena alesan ribet) dan rencananya baru akan dilakukan mutasi sekalian pada saat pembaharuan dokumen BPKB.

berbekal hanya memiliki Fotocopy KTP dengan alamat yang lama, proses pembayaran pajak dilakukan sendiri dengan datang ke kantor samsat (samsat sesuai area pada KTP lama), haha dengan alasan tidak mau menggunakan jasa calo, dengan motivasi ikut membantu memberantas praktik korupsi.

kesan pertama ketika datang adalah : BERJUBELLLLLL antrian….beeuuuuhhhhh….panas gila…gw baru datang ke samsat jam 12.30…AddEmoticons04264_thumb.gif

OK mari mengantri dengan bahagia…#ceiiiilahhhh..prikitiiiw AddEmoticons00514_thumb.gif

Check List

1. ambil daftar antrian di loket 1 : DONE AddEmoticons00530_thumb.gif

2. masuk loket 2 tunggu dipanggil ke kasir : ON PROGRESS… AddEmoticons04274.gif

tik..tok..tik…tok… (15 menit menunggu) seorang pak polisi yang baik, memanggil nama gw..dan gw menghampiri.

Polisi : “Pak, ini alamatnya pada STNK berbeda dengan KTP ? ini harus dilakukan mutasi”

GW : “iya pak, tadi saya dapat informasi dari dari polisi di polres (sebelum ke samsat gw nyasar ke polres, gw pikir samsat masih di satu lokasi yang sama) kalau saya bisa mengunakan FC KTP yang lama

Polisi : “harusnya tidak bisa pak, coba silahkan bapak ke bagian mutasi motor, bagaimana prosesnya” sambil menyerahkan dokumen kelengkapan

Dengan agak enggan ya gw ambi juga tuh dokument dan menuju bagian mutasi… AddEmoticons00523.gif

dibagian mutasi di depan loket bertemu dengan pak polisi bernama Nurman, dan disana gw kembali menjelaskan ke pak Nurman keinginan gw untuk bayar pajak motor tanpa harus mutasi

Nurman : “bapak alamat pada SIM masih alamat yang lama ?”

GW : “Masih pak ?”

Nurman : “OK pak, mana SIM Aslinya, sini biar saya bantu, bapak tidak bisa lewat jalur resmi lagi, karena sudah di tandai, pasti nanti di tolak lagi, nanti di bayar di sini juga”.

GW : (dengan agak curiga akan kena pungli, karena tidak melalui jalur normal gw menyerahkan SIM gw) ” ini pak..” AddEmoticons04236_thumb.gif

tik…tok…tik…tok…(+/-15 menit menunggu)

kemudian si pak Nurman memanggil gw,

Nurman : “ini pak biaya pajak motornya…(sambil menyerahkan bukti bayar)”.

dengan agak kaget melilhat besar biaya yang harus dikeluarkan…bukan karena gw jadi korban tipu-tipu polisi nakal, tapi karena justru dengan layanan “private” yang diberikan, jumlah pajak yang dibayarkan adalah sama dengan biaya yang harus di keluarkan dengan tahun lalu, alias NURMANNNN eh NORMALLLLAddEmoticons04233_thumb.gif.tidak ada pungli…

GW : “ini pak uang pembayarannnya….”

Nurman : “Ok pak tunggu sebentar..”

tik..tok…tik…tok….(lupa nungggu berapa lama)

kembali pak Nurman memanggil gw…

Nurman : ” ini pak STNK nya (sambil memasukan dokumen STNK ke plastik yang biasa kita suka lipat-lipat dan masukan ke dompet), ini SIM nya, semua sudah selesai ya…”

Gw : (terharu ala Nobita) “terimakasih pak….”

Jika ada masalah dengan KTP, gunakan ID lain (yang alamatnya sama dengan STNK) seperti SIM atau Pasport saat melalukan pembayaran pajak kendaraan, supaya tidak perlu melalui jalur mutasi kendaraan karena beda alamat dengan KTP asli.

Plus untuk Kepolisian :

1. Semoga bebas pungli dan birokrasi yang jujur bisa terus di pertahankan dan di kembangkan

2. salut, saya tidak melihat lagi calo saat ngurus pembayaran pajak kendaraan.

Minus dan masukan :

1. Berharap agar proses mutasi kendaraan bisa dilakukan secara Online tanpa harus melalui cabut berkas di samsat yang lama, toh sekarang sudah jamannya e-Goverment kan..hehehe

2. sayang setelah menceritakan pengalaman ini kepada teman, ternyata di daerahnya samsatnya masih belum reformasi mental juga…

Iklan