Every Things Happen For A Reason (Part 2 : Don’t hate Someone Too Much…)


mahasiswaWell akhirnya gw jalani hari-hari di jurusan teknik elektronika di politeknik, melanjutkan sebuah ambisi atau passion atau apalah itu namanya yang tidak terealisasi di univesitas idaman, yah “life must goes on right?”

Tahun pertama dilalui dengan masih sedikit ada keinginan mencoba kembali menggapai cita-cita di kampus idaman, mungkin karena penasaran  kali yaa..hehehe

namun segera hal itu hilang, ketika mulai aktif dalam organisasi kerohanian mahasiswa, POSA (Persekutuan Oikumene Sivitas Akademika), menjadi bagian dari pengurus harian disana. Ketika ada penerimaan mahasiswa angkatan baru, sudah rutin untuk diadakan event Retreat bagi MaBa (Mahasiswa Baru), dan biasanya sebelum Retreat diadakan, diadakan dulu semacam kelompok kecil untuk sharing dan sebagainya, biasanya pengurus sudah wajib menjadi ketua kelompok tersebut dan ditambah beberapa rekan mahasiswa lain non pengurus.

Dan biasanya seminggu sekali suka diadakan sharing antar pemimpin group, sharing tentang anggotanya, ya tujuannya sih untuk dapat saling menyemangati. Hingga tersebutlah sebuah nama “Riani Magdalena (RM)”, hm..teman gw yang memimpin group dimana RM berada curhat bahwa anak tersebut agak sulit, punya ego besar dan sangat moody. Hm.Gw ingat nama itu, cari tau tentang dia, coba ngobrol satu-dua kali…Yup dia cukup menyebalkan hahaha…namun sebagai pengurus, harus tetep jaim, sok sabar walaupun dalam hati “Yeee siapa loe sok penting”

Dan ajaibnya dia juga seperti itu terhadap gw…dalam benaknya, “Duh ini orang sok asik banget sih, sok gaul, sok akrab, pecicilan..” Yup…kalau kata Lagu Naif, kita itu kaya Air dan Api,

Tapi kalau kata pepatah “Don’t Jugde a book from its cover”, mungkin benar juga, pada awalnnya kita saling benci, tidak diucapkan dengan kata-kata, tapi sikap kita sudah cukup menunjukan itu. Hingga pada moment-moment selanjutnya, ketika RM masuk dalam panitia Paskah dan saya sebagai pengurus ikut mendampingi panitia, pandangan sinis mulai berubah, hehe katanya sih dia mulai terkesan melihat ketulusan gw dalam menolong dan membantu dia. Hahaha..padahal gak tau aja, gw masih SEBEEEEEELLLL sama loe……

yah karena dianya juga sudah melunak, lebih ramah, gw pun demikian, namun demikian Egonya itu loh dan sifat moodynya itu uuhhhh…masih gak tahan deh…kaya ayunan, un-predictable – tidak dapat diperkirakan, namun harus diakui, kita sudah jauh lebih akrab dari sebelumnya, walaupun belum ada ketertarikan gw  terhadap dia untuk lebih serius A.K.A pacaran, hehehe gw sedang suka dengan orang lain saat itu..

“Jangan melihat debu nun jauh disana, namun Onta di depan mata tidak dapat dilihat”

ya mungkin itu pepatah yang tepat, karena pada akhirnya dia yang tidak masuk hitungan kita, malah ditempatkan Tuhan disebelah kita.

Ketika masuk Tahun ke-3 (tingkat akhir diploma), RM masuk tinggkat dua, kita harus pisah karena dia berhasil masuk UNPAD, dengan fakultas yang dia idam-idamkan, yah karna belum ada perasaan khusus, tidak ada rasa kehilangan yang berlebihan yang saya alami, hanya seperti pisah dengan teman dekat saja.

Ketika dipertengahan tingkat akhir, gw diberitahu alamat email dia (waktu itu saya belum punya account email hahaha gaptek ya…) oleh pemimpin grup RM waktu masih mahasiswa baru dahulu, yang belakangan gw baru tahu itu adalah modus dia untuk mendekatkan gw dengan RM..halah..kena deeeehhhhh.

Well honestly I’m happy to hear that, mungkin sudah nature saya untuk terus menjaga relasi dengan siapapun yang saya kenal, “friendship is never dies” begitulah motonya saat itu. Dan komunikasi via emailpun berjalan, seminggu sekali kita saling say hello dan sharing.

Hingga ketika saat masa-masa tugas akhir yang melelahkkan fisik dan mental (serius loh..gw pernah gak tidur 36 jam nonstop ketika skripsi) menyibukan semua orang, tidak ada lagi teman berbagi di kampus, semua sibuk dengan urusannya masing-masing, Arrggghhh…I need someone to talk toooo….

RM : “Halloo…bisa bicara dengan Joe ?”

Gw : “Ya saya sendiri, ini siapa ?”

RM : “Hallo, ini Riani, apa kabar ?”

….

Arrgghh…betapa senangnya mendengar suara dia diujung telefon, ada orang yang rela menanyakan kabar dan tempat curhat..

”Duh loe kan di Bandung, kan biayanya mahal, intelokal kan ? nanti loe nge-kos dan ada uang makan gimana ?” yah begitulah celoteh gw, setelah satu jam lebih ngobrol ditelepon…

Dan obrolan pun berlanjut 2 minggu setelahnya, rasanya sudah lupa dan tidak ingat lagi kalau dulu dia salah satu orang yang sangat menyebalkan..haha…at this moment, I kind a like her, but not enough to love her.. haha ternyata dia sedang memainkan prinsip layang-layang ke gw…(baca artikel ini ya, pengalaman pribadi neh https://bungjoehanz.wordpress.com/2011/06/18/menaklukan-hati-pria/).

Satu tahun menjalin ke akraban masuk tahun ke dua, rasa “aneh” itu ada, sangat aneh, biasanya gw agak menghindar jika ada cinta yang mendekat, maunya biarlah gw yang mendekat…tapi kali ini gw mencoba tidak menghindar, OK let see what happen next.

Gw bertanya ke teman dekatnya, “si RM ada apa ya, dia suka telp gw dari Bandung, ya cukup lama durasinya, perhatian sekali, lebih dari temen deket gw, kenapa ya?”

“ Yah loe pikirin aja lah joe, ngapain juga dia buang uang mahal, jika hanya tujuannya untuk tanya kabar..? Kalau cuma itu tujuannya kan bisa by email”

“Ok..gw paham maksud loe…”

i love u6 Februari 2004, Solaria mall Cilandak, kira-kira jam makan siang, gw pesan Kwetiaw goreng seafoods, udah lulus D3, belum dapat kerja, dengan kaki gemetar dan berusaha menjaga intonasi perkataan dan akhirnya gw nekat menyatakan cinta…”IT IS YOU…” haha perkataan bodoh yang sekarang kita berdua  tertawakan…

Duh cara “nembaknya” gak Okeh banget..katanya demikian,

Yee you should be happy too…karena itu tandanya gw gak berpengalaman menyatakan cinta ke orang lain..

jika gw  berhasil dengan cita-cita gw, mungkin gw tidak dapat bertemu dia, dan begitupun sebaliknya,

“Tuhan kenapa aku tidak di masuk ke kampus idaman itu” dan Tuhan pun seolah tetap terdiam.

Dan setelah lebih dari 8 tahun sejak saat itu gw baru mengerti bahwa Tuhan sebenarnya sudah menjawab pertanyaan tersebut…

“Saya mau pertemukan kamu dengan dia, bukan sekedar gelar dan pendidikan dapat kamu rasakan 3-5 tahun saja, tapi ada yang jauh lebih baik, seseorang untuk menemani kamu sampai sisa hidupmu.”

Sangat mengagumkan bagaimana Tuhan dapat membuat kegagalan menjadi sesuatu yang sangat berarti buat seseorang

Part 1 : Every Thing Happen For A Reason (I’m Failed)

Part 3 : Every Thing Happen For A Reason (Long Distance Relationship (LDR), Impossible yet Possible)

Beri Komentar Ya..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s